Opini & Artikel

Keaslian yang Tidak Pernah Diam

Oleh: Nur Azmi Salimah | Jumat, 02 Januari 2026 | Dibaca 7 kali
Gambar Keaslian yang Tidak Pernah Diam

Tahukah kamu apa itu "Autentikasi"? Autentikasi adalah dasar yang benar-benar murni dari suatu hal, atau sebagai bukti bahwa rekayasa pernah terjadi. 

 

Autentikasi sangatlah penting. Misalnya dalam dunia administrasi, diperlukan keaslian data. Karena data adalah inti dari dunia administrasi. Kesalahan apalagi pemalsuan akan berdampak sangat fatal terhadap sistem. Kestabilan sistem akan terjaga jika semua data diawasi dengan ketat. 

 

Di dunia hukum, keaslian juga sama pentingnya. Dalam menetapkan suatu hukum maupun kebijakan, perlu adanya transparansi terhadap alasan atau bagaimana proses berlangsungnya. Karena hukum dan kebijakan yang dihasilkan akan diterapkan pada seluruh masyarakat. Sehingga, masyarakat berhak mengajukan usulan, mengetahui, mendapat penjelasan, dan mengevalusi hasil akhir. Pembangunan masyarakat harus dilakukan secara bersama-sama di negara demokratis ini. 

 

Kemudian, di dunia ilmu pengetahuan, diperlukan keaslian sumber. Terkadang, dalam beberapa disiplin ilmu, ada sebagian hal yang dimanipulasi demi "kepentingan bersama". Mungkin sebagian hal tersebut tidak perlu diketahui. Tapi, ilmu ada untuk mencerahkan kehidupan umat manusia. Sehingga sering kali yang dicari dalam ilmu pengetahuan bukan hanya "benar" atau "salah", tapi juga "asli" atau "palsu". Bagian baik dipelajari untuk dijadikan teladan, bagian buruk dipelajari untuk dihindari. Belajar harus sampai pada titik paling dalam untuk menghindari kesalahpahaman. 

 

Jadi, baik dalam dunia administrasi, hukum, hingga ilmu pengetahuan, ketiganya memerlukan autentikasi. Karena tanpa autentikasi, ketiganya jadi tidak bermakna dan menurunkan kepercayaan masyarakat. 

 

Namun, autentikasi tidak selalu berlaku pada barang peninggalan sejarah. Ada banyak barang-barang di museum yang direkayasa, diperbaiki, dan sebagainya karena: 

 

- barang asli tidak dapat lagi ditemukan

 

- barang asli ditemukan dalam keadaan tidak layak sehingga harus diperbaiki

 

Hal terpenting dalam fosil, karya seni, barang-barang bersejarah tidak memprioritaskan autentikasi, melainkan nilai edukatif yang sesuai dengan konteks sejarah. 

 

Lalu, pernahkah kalian mendengar kalimat-kalimat semacam berikut ini? 

 

"Kamu sudah berubah..."

 

"Kamu tidak seharusnya begini, kamu seharusnya—"

 

"Sebenarnya siapa kamu?"

 

Kalimat-kalimat semacam ini sering digunakan untuk menghakimi orang yang sudah berubah. Padahal manusia adalah makhluk yang rumit, unik, dan sadar sehingga sudah seharusnya terjadi perubahan. Ini lebih baik daripada selamanya stagnan atau bahkan mengalami kemunduran. 

 

Perubahan pada diri manusia pun juga termasuk autentikasi— karena mereka tidak akan berkembang seperti sekarang jika tidak ada diri mereka yang lama. Layaknya pakaian yang sudah tidak muat lagi untuk dipakai, manusia juga harus beradaptasi dengan berbagai macam kehidupan yang dia alami. Selama perubahan tidak memberikan dampak buruk terhadap siapapun, kenapa tidak? Perubahan ada untuk dipahami dan diterima, tidak perlu disesali. Maka dengan begitu, manusia dapat menemukan apa yang harus dikembangkan, apa yang harus diubah, apa yang harus dikurangi, dan apa yang harus dibiarkan. 

 

Foto Nur Azmi Salimah
Nur Azmi Salimah

Penulis adalah siswa kelas XII-C pada MA Darul Ulum Palangka Raya.